Bit-bit Kerja (Workout) atau Relasi Internal pada Diagram Tangga (Ladder Diagram) untuk PLC Sysmac CPM1A/CPM2A - Edukasi Elektronika | Electronics Engineering Solution and Education

Monday, 18 April 2022

Bit-bit Kerja (Workout) atau Relasi Internal pada Diagram Tangga (Ladder Diagram) untuk PLC Sysmac CPM1A/CPM2A

Dalam pemrograman diagram tangga, mengkombinasikan kondisi-kondisi untuk secara langsung menghasilkan kondisi eksekusi seringkali sulit dilakukan. Kesulitan ini dapat dengan mudah ditangani dengan cara menggunakan beberapa bit untuk memicu instruksi lain secara tidak langsung. Bit-bit I/O dan bit-bit terdedikasi lainnya tidak bisa digunakan sebagai bit-bit kerja. Semua bit-bit yang ada di dalam area IR yang tidak dialokasikan untuk I/O  dan beberapa bit yang tidak digunakan dalam area AR, dapat digunakan sebagai bit-bit kerja. Hati-hatilah bekerja dengan bit-bit kerja, catat apa dan bagaimana Anda menggunakan bit-bit kerja tersebut. Hal ini akan memudahkan Anda dalam merencanakan dan menuliskan serta melacak kesalahan program diagram tangga.


A. Aplikasi-aplikasi bit kerja

 

Bit-bit kerja biasanya sering digunakan bersama-sama dengan instruksi-instruksi OUTPUT, OUTPUT NOT, DIFU, DIFD dan KEEP. Bit kerja pertama kali langsung digunakan oleh instruksi-instruksi tersebut sebagai bit operan sehingga kemudian bisa digunakan sebagai kondisi yang akan menentukan instruksi-instruksi lainnya. 


B. Mengurangi Kerumitan Diagram Tangga

 

Bit-bit kerja dapat digunakan untuk menyederhakan diagram tangga pada saat suatu kombinasi perlu diulang-ulang di beberapa bagian dalam diagram tangga yang bersangkutan. Pada gambar di bawah ini ditunjukkan diagram tangga yang menggunakan konsep seperti ini dan sudah disederhakan menggunakan bit kerja IR216.00.

 


Pada diagram tangga di atas, IR000.00, IR000.01, IR000.02 dan IR000.03 dikombinasi dalam suatu blok logik yang kemudian hasilnya disimpan dalam bit status IR216.00. Bit kerja IR216.00 ini selanjutnya digunakan untuk berbagai macam blok logik untuk menentukan kondisi keluaran dari IR200.00, IR200.01 dan IR200.02.

 

C. Kondisi Terdiferensiasi 

 

Bit-bit kerja juga bisa digunakan jika perlakuan diferensial perlu dilakukan, tetapi tidak semua untuk kondisi yang digunakan untuk mengeksekusi suatu instruksi. Pada contoh yang ditunjukkan pada gambar di bawah ini, keluaran IR200.00 harus dalam kondisi ON terus menerus selama IR000.01 dalam kondisi ON serta IR000.02 dan IR000.03 dalam kondisi OFF atau selama kondisi dari IR000.04 dalam keadaan ON dan IR000.05 dalam kondisi OFF. Tetapi keluaran IR200.00 tersebut hanya akan ON dalam satu siklus saja setiap kali IR000.00 berkondisi ON.

 


Aksi tersebut dapat dengan mudah dibuat diagram tangganya dengan menggunakan IR225.00 sebagai bit kerja atau sebagai bit operan dari instruksi DIFU(13). Saat IR000.00 menjadi ON, IR225.00 akan ON hanya untukk satu siklus saja dan kemudian kembali lagi menjadi OFF. Dengan anggapan kondisi-kondisi lain yang mengontrol IR200.00 tetap OFF, maka bit kerja IR225.00 akan meng-ON-kan IR200.00 hanya satu siklus saja.

 

 

No comments:

Post a Comment