Sensor PIR (Passive Infrared Receiver) - Edukasi Elektronika | Electronics Engineering Solution and Education

Post Top Ad

Post Top Ad

Monday, 14 September 2020

Sensor PIR (Passive Infrared Receiver)

Sensor PIR (Passive Infrared Receiver) adalah sebuah sensor yang biasa digunakan untuk mendeteksi pergerakan. Pergerakan ini dapat di deteksi dengan mengecek logika high pada pin output. Logika high tersebut dapat dibaca oleh mikrokontroler.

 

Perangkat pyroelectric, seperti sensor PIR, memiliki unsur-unsur yang terbuat dari bahan kristal yang menghasilkan muatan listrik bila terkena radiasi inframerah. Perubahan pancaran inframerah yang mengenai elemen akan mengubah tegangan yang dihasilkan yang di ukur dengan amplifier on-board. Perangkat ini berisi filter khusus yang disebut lensa Fresnel yang memfokuskan sinyal inframerah ke elemen. Saat sinyal inframerah sekitar berubah dengan cepat, on-board amplifier akan mengirimkan output untuk mengindikasikan adanya gerakan.

 

Baca Juga :  Sensor Ultrasonik HC-SR04.

 

Pada bagian ini sensor PIR yang digunakan adalah sensor PIR HC-SR501. Berikut ini adalah Bentuk Fisik dari Sensor PIR  (Passive Infrared Receiver) :

Berikut ini adalah Konfigurasi Pin out dari Sensor PIR (Passive Infrared Receiver) :

Pada gambar diatas adalah pin power untuk sensor PIR HC-SR501 dimana sensor ini membutuhkan tegangan sebesar 5 Volt agar dapat beroperasi. Pin 2 merupakan pin output sebesar 3,3 Volt untuk HIGH dan 0 Volt untuk LOW. Pin 3 merupakan pin GND (Ground).






No comments:

Post a comment

Post Top Ad