Pengertian dan Penjelasan tentang Accelerometer - Edukasi Elektronika | Electronics Engineering Solution and Education

Monday 19 December 2022

Pengertian dan Penjelasan tentang Accelerometer

Sensor Akselerometer

Accelerometer atau akselerometer merupakan sebuah sensor yang digunakan untuk mengukur kecepatan. Sensor ini sering disebut sebagai sensor accelerometer atau alat vibration sensor. Pengukur percepatan ini bisa mengidentifikasi atau mengukur, baik statis maupun dinamis. Pengukuran dilakukan berdasarkan objek bergerak dan bergravitasi. Alat ukur kecepatan statis terjadi dengan menitikberatkan pada gravitasi bumi, sedangkan pengukuran dinamis berfokus pada objek yang sedang bergerak.

 

Dengan kata lain, getaran dan gravitasi mempengaruhi perintah otomatis sebuah benda yang di dalamnya ditanamkan akselerometer. Sebenarnya manfaat yang diberikan oleh sensor ini sudah dirasakan dalam kehidupan sehari-hari. Contohnya, dalam penggunaan gadget.

 

Cara Kerja Accelerometer

 

Akselerometer memegang prinsip percepatan sebuah per dan beban. Keduanya dilepaskan sampai beban bergerak dengan percepatannya dan  berhenti pada kondisi tertentu. Ketika keduanya dilepaskan, maka beban akan berayun saat terjadi goncangan. Hal ini akan menghasilkan pengukuran pada chip akselerometer. Agar dapat mendeteksi 3 dimensi objek, dibutuhkan 3 alat yang terpasang tegak lurus dalam masing-masing chip tersebut.


Jenis Accelerometer

 

Ada 6 jenis accelerometer berbeda yang digunakan secara praktis, yaitu:

 

• Capacitive

Capacitive merupakan lempengan logam pada sensor yang memproduksi sejumlah kapasitansi, dimana perubahan kapasitansi akan mempengaruhi percepatan.

• Piezoeletric

Piezoeletric terdapat pada kristal piezoelectric yang ada pada sensor accelerometer ini bisa mengeluarkan tegangan yang selanjutnya dikonversi menjadi percepatan.

• Piezoresistive

Piezoresistive merupakan lempengan yang mempunyai nilai hambatan atau resistansi yang akan berubah sesuai dengan perubahan percepatan.

• Hall Effect

Hall Effect merupakan perubahan percepatan yang dikonversikan menjadi sinyal elektrik dengan cara mengukur setiap perubahan pergerakan yang terjadi pada daerah yang terinduksi magnet.

• Magnetoresistive

Magnetoresistive merupakan perubahan percepatan yang diketahui berdasarkan besarnya nilai hambatan material karena adanya daerah yang terinduksi oleh magnet.

• Heat Transfer

Heat transfer merupakan nilai percepatan yang bisa diketahui dari lokasi sebuah benda yang dipanaskan dan diukur saat terjadi percepatan dengan sensor temperature.


Spesifikasi Accelerometer

 

1. Spesifikasi Dinamis

• Sensitivitas

• Toleransi sensitivitas

• Noise

• Amplitude puncak

• Respon frekuensi

• Resonansi frekuensi

• Temperature output dari sensitivitas

• Range temperature output

 

2. Spesifikasi Elektrik

• Tegangan input

• Arus input

• Tegangan bias

• Waktu yang dibutuhkan untuk menghidupkan accelerometer

• Pelindung

 

3. Spesifikasi Mekanis

• Range temperature

• Berat

• Material untuk sensor

• Desain sensor

• Material pelapis (Casing)


Kelebihan Accelerometer 

 

• Harganya terjangkau, sehingga banyak digunakan di berbagai sektor.

• Hasil pengukurannya dinilai akurat saat sistem sedang dalam keadaan statis.

 

Kekurangan Accelerometer 

 

• Alat ini membutuhkan listrik dalam jumlah banyak sehingga menyebabkan baterai ponsel cepat habis.

• Responnya juga cukup lambat karena tidak bisa mengikuti pergerakan yang cepat.

• Hanya bisa membaca dua sumbu atas dan bawah karena dipengaruhi gravitasi.

 


No comments:

Post a Comment