Autodesk Fusion Electronics / EAGLE untuk Desain PCB: Mengenal Software Desain PCB dari Autodesk - Edukasi Elektronika | Electronics Engineering Solution and Education

Tuesday, 15 September 2026

Autodesk Fusion Electronics / EAGLE untuk Desain PCB: Mengenal Software Desain PCB dari Autodesk

Dalam proses pembuatan perangkat elektronik, desain Printed Circuit Board (PCB) menjadi salah satu tahap yang sangat penting. Sebelum PCB diproduksi, rangkaian elektronik perlu dirancang terlebih dahulu menggunakan software khusus agar posisi komponen, jalur koneksi, ukuran board, hingga aturan manufaktur dapat diperiksa dengan lebih mudah. Salah satu software yang banyak dikenal dalam dunia desain PCB adalah Autodesk EAGLE. EAGLE merupakan software Electronic Design Automation (EDA) yang digunakan untuk membuat schematic dan merancang layout PCB. Saat ini, kemampuan desain elektronik EAGLE telah diintegrasikan ke dalam Autodesk Fusion, sehingga pengguna dapat mengerjakan desain elektronik dan mekanik dalam satu lingkungan kerja. 

 

Melalui Autodesk Fusion Electronics, pengguna dapat membuat schematic, melakukan desain PCB, melakukan routing, memeriksa desain menggunakan DRC, melihat bentuk PCB dalam tampilan 3D, hingga menyiapkan file untuk proses manufaktur. Artikel ini akan membahas Autodesk Fusion Electronics / EAGLE, mulai dari pengertian, fungsi, fitur utama, workflow desain PCB, hingga kelebihan penggunaannya.

Apa Itu Autodesk Fusion Electronics / EAGLE?

Autodesk Fusion Electronics adalah workspace di Autodesk Fusion yang menyediakan berbagai tools untuk merancang sistem elektronik, termasuk schematic dan PCB layout. Sebelumnya, pengguna dapat menggunakan Autodesk EAGLE sebagai software EDA untuk membuat schematic dan desain PCB. Namun, Autodesk kemudian mengembangkan kemampuan elektronik tersebut ke dalam Fusion. 

 

Autodesk menyatakan bahwa mulai 7 Juni 2026, EAGLE tidak lagi dijual atau didukung, sehingga pengembangan untuk desain elektronik diarahkan ke Autodesk Fusion. Dengan Fusion Electronics, proses desain elektronik dapat dilakukan dalam satu platform bersama desain mekanik. Secara sederhana, alurnya dapat digambarkan sebagai:

Schematic → PCB Layout → Validasi → 3D PCB → Manufacturing

Fusion menyediakan hubungan antara bagian-bagian tersebut sehingga perubahan pada desain dapat tetap terkoordinasi.

 

Baca juga: EasyEDA: Software Desain PCB Online untuk Membuat Schematic dan Layout PCB 

Fungsi Autodesk Fusion Electronics

1. Membuat Schematic

Schematic digunakan untuk menggambarkan hubungan antar-komponen elektronik. Pada tahap ini, pengguna dapat menambahkan berbagai komponen seperti resistor, kapasitor, LED, transistor, IC, connector, sensor maupun mikrokontroler. Komponen kemudian dihubungkan menggunakan jalur elektrik atau net sesuai rancangan rangkaian. Schematic menjadi dasar sebelum desain diteruskan ke PCB layout.

2. Mendesain Layout PCB

Setelah schematic selesai, desain dapat diteruskan ke PCB layout. Pada tahap ini pengguna menentukan bentuk PCB, posisi komponen, jalur tembaga, via, layer PCB, ukuran board, dan jarak antar-komponen. Fusion Electronics menyediakan PCB editor untuk membantu proses penempatan komponen dan routing.

3. Melakukan Routing PCB

Routing merupakan proses membuat jalur tembaga yang menghubungkan satu komponen dengan komponen lainnya. Contohnya, sebuah resistor yang terhubung dengan LED pada schematic akan memiliki koneksi yang perlu diwujudkan dalam layout PCB. Pengguna dapat menentukan jalur tersebut dengan mempertimbangkan lebar jalur, jarak antarjalur, posisi komponen, jumlah layer, ground plane, dan manufaktur. Untuk PCB yang cukup kompleks, proses routing menjadi salah satu tahap penting karena sangat berpengaruh terhadap kualitas desain.

Fitur Utama Autodesk Fusion Electronics

1. Schematic Editor



Schematic Editor digunakan untuk membuat diagram rangkaian elektronik. Pengguna dapat memilih komponen dari library kemudian menyusun dan menghubungkannya sesuai kebutuhan. Fusion menyediakan berbagai library komponen yang dapat digunakan dalam desain elektronik. Komponen pada library dapat memiliki beberapa representasi, seperti symbol, footprint, dan 3D package.

2. PCB Layout Editor



PCB Editor digunakan untuk mengubah rancangan schematic menjadi bentuk fisik PCB. Di dalam PCB Editor, pengguna dapat melakukan:

- Penempatan komponen

- Routing

- Pengaturan layer

- Pembuatan via

- Pengaturan board outline

- Pengaturan design rules

Hal ini membuat proses desain PCB menggunakan Autodesk Fusion menjadi lebih terstruktur.

3. Schematic dan PCB Synchronization

Salah satu fitur penting adalah hubungan antara schematic dan PCB. Fusion memiliki Electronics Design document yang mengelola hubungan antara schematic, 2D PCB, dan 3D PCB. Schematic dan PCB dapat tetap konsisten selama proses desain. Dengan sistem tersebut, risiko perbedaan antara schematic dan layout PCB dapat dikurangi.

4. Design Rule Check (DRC)

Design Rule Check atau DRC digunakan untuk memeriksa apakah desain PCB memenuhi aturan yang telah ditentukan. Contohnya adalah pemeriksaan terhadap:

- Jarak antarjalur

- Jarak antar-pad

- Lebar trace

- Clearance

- Posisi komponen

- Aturan manufaktur

Fitur DRC sangat berguna sebelum desain dikirim ke proses produksi karena dapat membantu menemukan kesalahan sejak tahap desain. Autodesk Fusion juga menyediakan pemeriksaan constraint secara langsung pada proses desain PCB.

5. Library Komponen



Library merupakan bagian penting dalam software desain PCB. Fusion Electronics menyediakan public libraries yang berisi berbagai komponen elektronik. Pengguna juga dapat membuat hub library untuk membuat atau mengedit komponen sesuai kebutuhan. Sebuah komponen dapat memiliki:

- Symbol untuk schematic

- Footprint untuk PCB

- 3D Package untuk tampilan 3D

Dengan demikian, satu komponen dapat digunakan pada beberapa tahap desain.

6. Tampilan PCB 3D

Salah satu keunggulan Autodesk Fusion untuk desain PCB adalah kemampuan menghubungkan desain elektronik dengan desain mekanik. PCB yang telah dirancang dapat ditampilkan dalam bentuk 3D bersama komponen-komponennya. Tampilan ini berguna untuk memeriksa:

- Ukuran PCB

- Posisi komponen

- Tinggi komponen

- Jarak komponen dengan enclosure

- Posisi connector

- Kesesuaian PCB dengan casing

Fusion menjelaskan bahwa 3D PCB dihasilkan dari data PCB 2D dan dapat menggunakan model 3D yang tersedia pada library komponen.

Integrasi ECAD dan MCAD

Apa Itu ECAD dan MCAD?

ECAD (Electronic Computer-Aided Design) digunakan untuk merancang bagian elektronik seperti schematic dan PCB. Sedangkan MCAD (Mechanical Computer-Aided Design) digunakan untuk merancang bagian mekanik, misalnya:

- Casing

- Bracket

- Enclosure

- Dudukan komponen

- Struktur mekanik produk

Pada software yang terpisah, data dari desain elektronik dan mekanik harus sering dipindahkan antar-software. Autodesk Fusion mencoba menyatukan kedua workflow tersebut dalam satu platform.

Keuntungan Integrasi ECAD-MCAD

Integrasi ECAD dan MCAD dapat membantu memastikan bahwa PCB yang dibuat sesuai dengan rancangan mekanik. Misalnya, ketika membuat sebuah perangkat IoT, pengguna dapat merancang PCB → Komponen elektronik → Casing → Posisi connector dalam satu lingkungan kerja. Hal ini dapat mengurangi kebutuhan pertukaran file antar-software dan membantu mengurangi risiko kesalahan ukuran atau posisi komponen.

SPICE Simulation pada Fusion Electronics

Selain schematic dan PCB layout, Autodesk Fusion juga menyediakan kemampuan SPICE simulation. SPICE dapat digunakan untuk melakukan simulasi rangkaian sebelum rangkaian tersebut dibuat secara fisik. Dengan simulasi, pengguna dapat melakukan pengujian terhadap parameter tertentu sehingga beberapa masalah dapat ditemukan lebih awal. Fitur simulasi ini berguna terutama ketika sedang melakukan eksperimen terhadap rangkaian elektronik dan ingin mengurangi jumlah iterasi prototype fisik.

Workflow Desain PCB Menggunakan Autodesk Fusion

Secara umum, proses desain PCB dengan Autodesk Fusion Electronics dapat dilakukan melalui beberapa tahap.

1. Membuat Electronics Design

Pengguna dapat membuat Electronics Design baru dari Autodesk Fusion. Dalam dokumen tersebut, pengguna dapat membuat schematic, PCB 2D, dan PCB 3D.

2. Membuat Schematic

Tambahkan komponen yang diperlukan kemudian hubungkan setiap komponen sesuai rancangan rangkaian. Contohnya:

Microcontroller → Resistor → LED → GND

atau:

Sensor → Microcontroller → Connector

Schematic sebaiknya dibuat dengan rapi karena akan menjadi dasar untuk proses PCB layout.

3. Menentukan Komponen

Setiap komponen harus memiliki representasi yang sesuai untuk PCB. Misalnya sebuah resistor membutuhkan:

- Symbol untuk schematic

- Footprint untuk PCB

- 3D package jika ingin ditampilkan dalam tampilan 3D

Pemilihan footprint yang benar sangat penting agar komponen fisik nantinya dapat dipasang pada PCB.

4. Membuat PCB Layout

Setelah schematic selesai, desain dapat diteruskan ke PCB. Komponen kemudian ditempatkan pada board. Pada tahap ini perlu diperhatikan:

- Ukuran board

- Posisi connector

- Posisi komponen utama

- Jalur power

- Jalur signal

- Ground

- Jarak antar-komponen

5. Melakukan Routing

Setelah komponen ditempatkan, jalur antar-komponen dibuat menggunakan PCB routing tools. Routing perlu dilakukan dengan mempertimbangkan design rules dan kebutuhan rangkaian. Untuk rangkaian sederhana, routing biasanya relatif mudah. Namun pada PCB yang lebih kompleks, proses ini membutuhkan perencanaan yang lebih matang.

6. Melakukan DRC

Setelah routing selesai, lakukan Design Rule Check (DRC). Tujuannya adalah mencari potensi masalah pada desain sebelum PCB diproduksi. Jika ditemukan error atau warning, lakukan perbaikan terlebih dahulu.

7. Memeriksa Tampilan 3D

Setelah layout selesai, gunakan tampilan 3D PCB untuk memeriksa bentuk fisik board. Tahap ini sangat berguna jika PCB akan dipasang ke dalam casing.

8. Menyiapkan File Manufaktur

Setelah desain dianggap selesai, file yang dibutuhkan untuk proses produksi dapat disiapkan. Autodesk Fusion menyediakan kemampuan CAM untuk menghasilkan file seperti Gerber, drill files, dan assembly files. File tersebut kemudian dapat digunakan sebagai bagian dari proses produksi PCB.

Autodesk Fusion Electronics vs EAGLE

Autodesk Fusion Electronics dan EAGLE memiliki hubungan yang sangat erat karena kemampuan desain elektronik EAGLE telah menjadi bagian dari workflow Fusion.


Aspek

EAGLE

Autodesk Fusion Electronics

Schematic

Ya

Ya

PCB Layout

Ya

Ya

PCB Routing

Ya

Ya

Component Library

Ya

Ya

DRC

Ya

Ya

3D PCB

Terbatas dibanding Fusion terintegrasi

Ya

Integrasi MCAD

Terbatas

Terintegrasi dengan Fusion

SPICE

Tersedia pada workflow tertentu

Tersedia

Manufacturing/CAM

Ya

Ya

Pengembangan utama

Legacy

Autodesk Fusion


Untuk kondisi saat ini, Autodesk mengarahkan pengembangan desain elektronik ke Fusion, sementara EAGLE telah dihentikan dukungannya setelah 7 Juni 2026.

Kelebihan Autodesk Fusion Electronics

1. Satu Platform untuk Elektronik dan Mekanik

Salah satu kelebihan utama Fusion adalah kemampuan menggabungkan desain elektronik dan mekanik dalam satu platform. Hal ini sangat berguna ketika membuat produk yang memiliki PCB sekaligus casing.

2. Mendukung Desain PCB Profesional

Fusion menyediakan berbagai tools untuk schematic, PCB layout, routing, DRC, library, simulasi, dan manufacturing.

3. Tampilan 3D

Tampilan 3D membantu pengguna melihat bagaimana PCB dan komponennya akan terlihat secara fisik.

4. Library Komponen

Pengguna dapat memanfaatkan library komponen yang tersedia atau membuat library sendiri untuk kebutuhan tertentu.

5. Mendukung Workflow Manufacturing

Desain dapat dilanjutkan hingga persiapan file yang dibutuhkan untuk proses manufaktur.

Kekurangan dan Hal yang Perlu Diperhatikan

Meskipun memiliki banyak fitur, Autodesk Fusion Electronics tetap memiliki beberapa hal yang perlu diperhatikan.

1. Membutuhkan Pemahaman Dasar Elektronika

Software tidak secara otomatis membuat sebuah rangkaian menjadi benar. Pengguna tetap perlu memahami:

- Tegangan

- Arus

- Resistor

- Kapasitor

- Ground

- Datasheet komponen

- Prinsip dasar PCB

2. Library Harus Dipilih dengan Benar

Jangan hanya memilih komponen berdasarkan nama. Pastikan symbol, footprint, dan package sesuai dengan komponen fisik yang akan digunakan.

3. Layout PCB Membutuhkan Perencanaan

PCB yang kompleks membutuhkan perhatian lebih terhadap routing, power, ground, signal integrity, dan aturan manufaktur.

4. Pengguna EAGLE Perlu Beradaptasi

Bagi pengguna lama EAGLE, perpindahan ke Fusion mungkin membutuhkan waktu untuk memahami workflow dan interface yang baru. Namun Autodesk menyediakan dukungan untuk workflow dan file EAGLE/Fusion, termasuk ekspor file .sch dan .brd untuk kompatibilitas dengan EAGLE pada skenario tertentu.

Siapa yang Cocok Menggunakan Autodesk Fusion Electronics?

Autodesk Fusion Electronics cocok digunakan oleh berbagai kalangan, seperti:

- Pemula yang ingin belajar desain PCB

- Pelajar dan mahasiswa

- Hobbyist elektronika

- Engineer

- PCB designer

- Pengembang perangkat IoT

- Pengembang produk elektronik

- Tim hardware dan mechanical engineering

Untuk proyek sederhana seperti LED, sensor, Raspberry Pi Pico, Arduino, ESP32, atau modul IoT, software ini juga dapat digunakan untuk mempelajari proses desain PCB dari schematic hingga board.

Contoh Penggunaan Autodesk Fusion Electronics

Sebagai contoh, kita ingin membuat PCB sederhana untuk sistem berbasis Raspberry Pi Pico. Rangkaian dapat dibuat terlebih dahulu pada schematic:

Raspberry Pi Pico → Resistor → LED

Kemudian desain diteruskan ke PCB layout. Pada PCB layout, pengguna dapat menentukan:

- Posisi Raspberry Pi Pico.

- Posisi resistor.

- Posisi LED.

- Jalur koneksi antar-komponen.

- Ukuran PCB.

- Posisi lubang atau mounting.

- Jalur power dan ground.

Setelah routing selesai, desain dapat diperiksa menggunakan DRC dan kemudian dilihat dalam tampilan 3D. Dengan workflow tersebut, pengguna dapat melihat gambaran PCB sebelum benar-benar memesan atau mencetak PCB secara fisik.

Tips Menggunakan Autodesk Fusion Electronics

1. Gunakan Datasheet sebagai Referensi

Sebelum memilih footprint, selalu periksa datasheet komponen. Ukuran dan konfigurasi pin harus sesuai dengan komponen fisik.

2. Beri Nama Net dengan Jelas

Gunakan nama seperti VCC, GND, 3V3, SDA, SCL, TX, dan RX. Penamaan yang jelas akan membantu ketika schematic mulai menjadi kompleks.

3. Rapikan Schematic

Schematic yang rapi akan memudahkan proses debugging dan maintenance desain.

4. Perhatikan Design Rules

Sebelum PCB diproduksi, pastikan aturan desain sudah disesuaikan dengan kemampuan produsen PCB.

5. Gunakan Tampilan 3D

Jangan hanya melihat layout dari tampilan 2D. Periksa juga tampilan 3D untuk memastikan posisi dan ukuran komponen sesuai dengan kebutuhan mekanik.

 

Baca juga: Altium Designer: Software Desain PCB Profesional untuk Perancangan Elektronik

 

 

 

 

 

 

 

Siap Untuk Membuat Proyek Impianmu Menjadi Kenyataan?

Klik di sini untuk chat langsung via WhatsApp dan dapatkan dukungan langsung dari tim ahli kami!

No comments:

Post a Comment